Pages

Thursday, January 31, 2019

Cara Pengajuan Top Up Limit Kartu Kredit Permata




Bagi yang punya kartu kredit Permata dan merasa limit kreditnya kurang, kali ini aku mau share prosedur pengajuannya.
Untuk tips dan tricks nya supaya gampang di approve sudah cukup banyak di share, jadi bisa langsung googling saja ya.

Yuk dimulai....


  • Kirim Email Pengajuan ke Permata Care
Pertama-tama, sila mengirimkan email pengajuan ke permatacare@permatabank.co.id dengan melampirkan scan NPWP dan slip gaji terakhir  .
Berikut contoh format body email pengajuannya ...

Dear Permata Care,
Bersama dengan email ini, saya ingin mengajukan top up limit kartu kredit Permata Shopping Card saya dengan rincian keterangan sebagai berikut :
No. kartu                                    : XXXX-XXXX-XXXX-XXXX
Tgl kadaluarsa                            : MM/YY
Kenaikan limit yang diinginkan : IDR. ... ... ... ...
Terlampir pula dokumen scan Slip Gaji dan NPWP.

Demikian, dimohon konfirmasinya .
Terima kasih.


Best Regards,
(nama nasabah)

  • Tunggu Email Balasan dan Lakukan Verifikasi ke Call Center.
Setelah mendapatkan email balasan dari permatacare, catat nomor dokumen pengajuan (biasanya tertera di pojok kiri atas tepat di bawah tanggal email) dan jam email konfirmasi bank diterima (biasanya dipertanyakan, aku sendiri kurang jelas tujuannya untuk apa).
Untuk proses verifikasinya, pihak bank meminta nasabah untuk menghubungi call center di 1500111.

Setelah dua step yang sudah disebutkan di atas, kita tinggal menanti kabar saja, apakah pengajuan kita di approve atau tidak.

Nah, cukup mudah dan singkat kan, monggo dicoba...
READ MORE >>>

Wednesday, January 30, 2019

Mungkin Ketika di Dunia, Inilah Tugasku



Dan ini adalah orang sepuh kesekian di suatu pertemuan tak terduga yang ujug-ujug menasihatiku, dengan kalimat yang kurang lebih sama.
Tanpa diawali perkenalan, tanpa basa basi.


"Berat ya, Nduk? Memang ndak seharusnya kamu yang mikul."
"Ragamu, jiwamu, juga butuh dikasihi."
"Jangan demen menyalahkan diri sendiri. Semua yang gagal itu bukan hanya karena peranmu. Sudah ada yang ngatur. Ingat-ingat ini, berhenti menyalahkan diri sendiri dan jangan dipendam sendiri!"


Pingin ngeyel saat "dibaca" seperti itu.

Aku bukan mikul sendiri, karena sadarku, kami punya peran masing-masing.
Ragaku, jiwaku, tentu saja aku sangat mengasihinya, sangat mencintainya.

Dan tentang menyalahkan diri sendiri...
Apa gunanya aku menyalahkan orang lain?
Toh, hanya akan memupuk dendam.
Aku yang mengijinkan gagal dan kecewa itu masuk dalam kehidupanku, pernah aku ijinkan menjadi pengharapanku.
Jadi, apa namanya kalau bukan salahku?


Tentu saja semua ini akan aku simpan sendiri.
Berapa banyak kah yang akan mampu mengerti?
Dan aku sudah terlalu lelah untuk menceritakan kembali jika akhirnya sulit untuk dipahami.


"Mbah tahu, hatimu mengingkarinya." Tutupnya sembari tersenyum dan berlalu pergi.


Aku...
Hanya bisa tersenyum menatap punggungnya yang perlahan menghilang,
"Mungkin, di dunia, inilah tugasku, Mbah!"




READ MORE >>>